Home > Home > Archive by tag 'interior design'

Wall of Lamp

I taken this picture at Dr.”YAP” Eyes Hospital in Jogjakarta City. This is an old wall lamp, that’s gift me new inspiration for lighting. This Lamp gift smooth light to the room, so the patient feel peace to take a rest in this Hospital. I had imagination. How we can makes the family room or bed room fell like that’s, but doesn’t used wall lamp like this….i will thinks more…to makes a new interior design with this felt to be more simple and clean at the wall to used interior lighting design.
wall-of-lamp.JPG

Midnight Blue Chair

Idea design which inspiration from art deco chair design that was an old fashion is often referred by “Jengky” chair in java represent the combination from 3 different material, that is stainless steel as chair framework, rubber as prop of body and teak as its seat. Modification design expected can heighten the degree from each material and give comfort for users. Strong character from Stainless steel assign value the elegant, clean and exclusive can lift the material wood which in experience of character and rubber gives the flexing design so that the union has the strong character as chair function to sit down. Minimalist form of design intended to assure the character from each material. Chair framework with solid material and coherent angle strengthen the character of chair and solid teak wood which 4cm thickly signalizing the typical of fiber teak. To neutralize it is used by a rubber material which circle form to signalize the flexing from the rubber material.

midnight-blue-chair.jpg

Owen’s Loft -Glugu Box-

  • Owner :Mr. Eriko
  • Location :Yogyakarta, Indonesia
  • Architect :Riyanto Yosapat
  • Contractor :Tito Hendrata
  • Photographer :Riyanto Yosapat
  • Interior Project, Finish in May,2006, Yogyakarta

Gagasan yang diberikan bapak Eriko untuk menambahkan ruang tidur pada area di atas tangga naik lantai-2 merupakan ide yang sedikit riskan untuk terciptakan. Setelah beberapa saat mempelajari logika dari struktur keseluruhan bangunan, maka ide ini dapat mulai direalisasikan, mengingat terdapat kesalahan rigitifitas struktur bangunan pada bagian tengah yang disebabkan struktur tidak menerus untuk menahan beban atap.

Kesenangannya pada kayu membuat bapak eriko tertarik untuk membuat kamar ini dari material kayu. Dikarenakan keterbatasan dana dan jumlah kayu yang dibutuhkan lumayan banyak, maka jenis yang dipilih adalah kayu kelapa (glugu). Kecintaannya pada musik menginspirasikan saya untuk memberikan konsep keteraturan tangga nada pada visual dinding kamar ini dan untuk strukturnya dibuat seperti melayang guna memberikan aksen pada interior ruang keluarganya.

Kamar 3,5×2,5m ini terbuat dari kayu glugu, baik lantai, dinding penutup, maupun struktur utamanya. Kamar ini seperti “Gupon” atau kandang dalam bahasa jawanya. Keselarasan partitur nada diapresiasikan lewat desain bukaan jendela dan garis-garis vertikal sambungan kayu yang ditonjolkan serta diselaraskan dengan garis horisontal dari struktur cladingnya. Pemakaian joint besi yang difungsikan sekaligus sebagai ornamental membuat kamar ini seakan-akan mengambang tanpa struktur yang menopangnya. Joint pada struktur utama yang berbentuk kunci G merupakan ide bahwa lambang tersebut adalah pengikat dasar dari tangga nada partitur begitupun sebagai struktur utama pada kamar ini.

Kecintaannya pada mobil VW membuat bapak Eriko ingin memajang koleksinya pada struktur ini dan ditempatkan sebagai ending dari struktur balok utama yang ditutup dengan fiber glass jadi terlihat expos. Untuk keseluruhan material kayu di finish dengan clear coat guna memperlihatkan kejujuran material kayu Glugu yang mempunyai serat ornamental. Keseluruhan Joint terbuat dari Besi baja yang di cat warna hitam doff ontuk memberikan kesan kuat guna menonjolkan kelebihan dari material tersebut.

11.jpg21.jpg31.jpg4.jpg5.jpg


eXTReMe Tracker